AKU & Perempuan

Berzikir, Berfikir, dan Beramal Sholeh Untuk Kemanusiaan

ANALOGI

Aku hanya berfikir soal bagaimana menjadi orang lain. Ketika sebuah pengalaman selalu saja menjadikan diriku mencoba menelusuri apa yang ada di benakku. Ketika tiba waktu untuk selalu akrab dengan lingkungan sekitar, maka saat itu juga menjadi orang lain dan Aku didalamnya. Seperti angin yang selalu mengikuti arah, selalu terbang mengikuti jejak. Naluriku selalu mengajak berjalan dimanapun aku singgah. Aku selalu bertanya tentang bagaimana hidup?Aku juga selalu menjadikan masa lalu itu menjadi refleksi, karena bagiku perubahan adalah sesuatu yang mesti ada dan harus dilalui dengan proses dimana aku selalu merasa berharga dengannya. Aku berfikir bahwa sesuatu yang paling berharga diduniaku adalah Menghormati hak-hak orang lain termasuk juga menghargai perempuan. Karena perempuan bagiku adalah sesuatu yang lembut, penuh kasih sayang, dan sumber inspirasi cintaku kepada kehidupan, dimana aku selalu merasa nyaman didekatnya. Karena kehendak Allah Swt dialah sang pencipta alam semesta sehingga Aku dapat berfikir bagaimana aku menjaga, melindungi, menghormati, mengerti terhadap perempuan. Perjalananku dekat dengan perempuan memberikan keindahan dan kedamaian sehingga aku selalu nyaman. Sempat terfikir dibenaku bahwa dekat dengan perempuan membuatku menangis, sedih, sekaligus merasa kehilangan. Bagiku perempuan adalah sesuatu yang berarti dalam hidup matiku. Aku Dan Perempuan

Eksploitasi

           Belenggu dibalik kabut hitam pekat, tertutup hingga rapat sampai pancaran matanya menatap kosong kehidupan, rupa harapan telah usai dimakan waktu, hanya ada kata pasrah dan menyerah pada harapan yang telah jauh hilang dihempas hamparan langit jauh. Menutup telinga dan mata baginya adalah pilihan yang tepat untuk menghadapi situasi yang membuat dada semakin sesak hingga membuatnya lari dari kenyataan. Kerapuhan semakin menghujam jiwa dan raganya sehingga tak mungkin lagi berdaya untuk melangkah, merangkak, menapaki jerat yang sudah semakin jauh disana. Tawa ahirnya membuat tagisan kelam, dan tangisanpun ahirnya berubah menjadi tawa yang lepas tanpa beban, walaupun isak yang dirasa menusuk, meremas, menghantam sampai remuk dadanya. Siapa perduli, pada sang jerat, semuanya telah lari meninggalkan kerapuhan, dan menjadi belalang. Rintihan itu telah lama ada, mengalir dalam aliran darahnya, dan telah menyatu dengan jiwa dalam ditubuhnya. Kehampaan Merupakan bagian dari dirinya saat ini, entah sampai kapan dia mendarat didalam tubuhnya, waktu terus menggerogoti tulang, dagingnya yang kian menua dan keras. 
Eksploitasi telah menghancurkan masa depan, harapan, cita-cita, angan-angan, dan segala yang ada pada dirinya, pada saat ini eksploitasi merupakan ketajaman pisau yang melukai setiap korbanya, yang kuat menjadi lemah tak berdaya karenanya, yang lemah menjadi kuat dengan kerapuhannya. Satu persatu, dan berjuta-berjuta luka disudut negeri adalah kelalaian untuk mencoba tegak dalam situasi yang telah lama kita kenal.

        Kebijakan merupakan tindakan melawan eksploitasi, pengawalan, perlindungan, pendampingn menjadi kekuatan yang harus ada didalamnya. Perempuan adalah objek yang menjadi sasaran eksploitasi, hal tersebut merupakan kecenderungan yang nyata dirasakan kaum perempuan. Mereka adalah pelaku, eksploitasi yang memiliki kepentingan merugikan bagi hak-hak dasar manusia. Maka peran kemanusiaan adalah salah satunya menjadi alternatif bagi pelaksanaan keadilan untuk perempuan, yang selama ini ditindas hak-haknya dengan alasan mereka lemah.

          Ekploitasi terhadap perempuan mengakibatkan rapuhnya masa depan mereka, secara psikologis mereka lemah, sering mengalami trauma yang berkepanjangan yang naas karena ulah yang tidak berprikemanusiaan. Mereka lemah, karena tipu muslihat yang dibuat oleh seseorang mereka menjadi hancur, yang ahirnya mencerburkan mereka didalam kekusutan yang terus melibasnya hingga tak ada lagi harapan.

 

STOP EKSPLOITASI.....!!! 

Eksistensi

Relasi perempuan dan laki-laki dari sejak lama terjalin, kehadirannya merupakan dua sisi yang berbeda, secara fisik dan naluri kemanusiaannya. Peran perempuan di wilayah publik sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak wajar, dan kadang tidak diakui perannya (marjinal). Pola fikir seperti ini sebetulnya adalah menjustifikasi bahwa perempuan itu lemah, tidak berdaya, tidak ada potensi untuk membangun, padahal dalam beberapa hal perempuan telah melakukan perubahan secara kultural walaupun memang masih dianggap belum seberapa, akan tetapi keterlibatannya merupakan bukti bahwa perempuan tersebut kuat, mampu, penuh dengan ide, gagasan. Keterbukaan, dalam ruang publik terbukti dengan perannya mengambil bagian dari kebijakan, serta melakukan negosiasi dalam langkah-langkah pemerataan dan pemberdayaan dimasyarakat.

Laki-laki mesti menghargai perbedaan pola berfikir, menyampaikan pendapat, bagi perempuan, karena memang keterlibatannya merupakan langkah kongkrit dalam mewujudkan cita-cita kesetaraan tanpa melihat sisi lain yang melekat pada diri perempuan tersebut. Oleh karena itu, maka siapapun perempuan yang merupakan agen perubahan, dukungan, motivasi, support serta pendampingannya dalam masyarakat harus selalu menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesetaraan yang mutlak dimiliki perempuan berfikir bagi dunianya, dimasyarakat.

Sikap ramah terhadap perbedaan, baik jenis kelamin, pola fikir, dan peran merupakan penghormatan derajat manusia dihadapan manusia lainnya dimuka bumi, laki-laki dan perempuan adalah entitas yang berbeda, namun sama dihadapan manusia lainnya yang harus dijaga, dihormati agar ketidak adilan yang mengatasnamakan jenis kelamin antara laki-laki pada perempuan ini tidak menjadi suatu kerangka berfikir bahwa budaya yang masih saja menindas, melecehkan, melanggar hak kebebasan perempuan dimasyarakat, keberpihakan terhadap perempuan harus menjadi bagian penting untuk agenda kemanusiaan, dalam tataran dan dalam jangka panjang, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perubahan untuk menghormati keberadaan perempuan dimasyarakat.

Sedangkan realitas dimasyarakat 1 dari 11 perempuan, masih dianggap entitas marjinal, terpinggirkan oleh peran laki-laki, dalam berbagai hal relasi yang dibangun masih relatif jauh berbeda dengan laki-laki, walaupun memang partisipasi yang dijalankan merupakan kesejajaran, penghormatan, tetapi beberapa perempuan perannya masih dibawah.

Hal tersebut, disebabkan adanya pola budaya patriarkhal yang masih saja melekat, terbawa dalam ruang-ruang tertentu, maka peran serta keterlibatannya dalam merumuskan agenda kesetaraan tersebut masih relatif terbatas oleh peran laki-laki. Agenda kesetaraan yang merupakan hal mendasar bagi perempuan menjadi terhalang karena kebijakan masih ada dan dipegang sepenuhnya oleh laki-laki. Perlu ada penagasan secara terus-menerus bahwa perempuan tidak selalu lemah, tidak selalu dibawah, tidak selalu ditindas, derajat kemanusiaan dihadapan sistem, maupun pola fikir masyarakat yang selalu mengedepankan budaya patriarkhal tersebut, segera dirubah, dirumuskan sedemikian rupa agar peran yang dilalui perempuan sama dihadapan manusia lainnya.        

Welcome

Recent Blog Entries

Recent Photos

 

Recent Videos

Upcoming Events

Thursday, Jan 15 at 10:00 am

Workline

Aku dan Perempuan ini berfikir untuk maju ketika perubahan yang diharapkan merupakan sebuah kebutuhan yang didasari oleh keingin tahuan dan bentuk pemecahan masalah didalamnya bisa tertuang melalui diskui melalui media ini.

AKU & PEREMPUAN



Berfikir untuk perubahan terhadap perempuan

Newest Members

syarif